BREAKING NEWS

Harga Minyak Diprediksi Melejit, Akibat Konflik AS-Israel vs Iran

indotimes.id, Jakarta – Gejolak geopolitik yang timbul setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap harga minyak dunia, dengan risiko lonjakan tajam ketika pasar kembali buka pada awal pekan ini. 

Analis menilai konflik kali ini memiliki efek yang lebih besar dibandingkan peristiwa geopolitik sebelumnya — seperti intervensi ke Venezuela — sebab ancaman gangguan pasokan minyak bersifat langsung dan berada di jantung rute ekspor energi global. 

“Dampaknya jauh melebihi sekadar isu produksi. Ini soal potensi gangguan aliran minyak global,” ujar salah satu pakar pasar energi. 

Selat Hormuz Jadi Titik Risiko

Risiko terbesar muncul dari kemungkinan gangguan atau penutupan Selat Hormuz — jalur laut utama yang dilewati sekitar 20% pasokan minyak dunia. Jika jalur ini terganggu, harga minyak mentah bisa melonjak jauh lebih tinggi. 

Ekonom memperkirakan bahwa Brent crude dapat naik menuju sekitar US$80 per barel jika konflik berkepanjangan, dan bahkan bisa menyentuh level yang lebih tinggi lagi kalau pasokan benar-benar terhambat. 

Dampak pada Pasar Keuangan dan Aset Lain

Kepanikan di pasar energi diperkirakan akan memicu volatilitas luas di pasar keuangan, termasuk penurunan ekuitas global, penguatan aset safe-haven seperti dolar AS dan emas, serta potensi tekanan pada imbal hasil obligasi pemerintah. 

Peringatan itu muncul di tengah ancaman balasan Iran dan ketidakpastian durasi konflik, yang membuat investor berhati-hati dalam mengambil posisi risiko. 

Respons Pasokan Global

Untuk meredam tekanan harga, negara-negara penghasil minyak besar kemungkinan akan mempertimbangkan peningkatan produksi dalam pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan, sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan. 

Namun demikian, jika konflik terus memanas dan jalur ekspor energi benar-benar terganggu, territorial supply shock bisa memaksa harga minyak dunia mencapai hingga di atas US$100 per barel, menurut sejumlah analis. (Red) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar