Prioritaskan Kopdes Merah Putih, Mendes Minta Stop Izin Minimarket di Desa
![]() |
| Foto: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto. (Dok. Istimewa) |
Namun, Yandri membantah anggapan bahwa dirinya ingin menutup gerai yang sudah beroperasi. Menurutnya, kebijakan yang didorong hanya sebatas penghentian izin baru.
“Minimarket-minimarket yang sudah ada, ya silakan jalan. Indomaret, Alfamart yang sudah ada silakan jalan, saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup. Yang disetop itu izin baru,” ujar Yandri melalui akun Instagram resminya, Rabu (25/2/2026).
Ia menilai, jika ekspansi terus dibiarkan masuk hingga pelosok desa, dikhawatirkan akan mematikan usaha kecil milik warga setempat.
“Jangan sampai minimarket-minimarket ini sampai ke desa-desa dan bisa mematikan usaha-usaha rakyat di desa,” tegasnya.
Dua jaringan ritel modern yang disebut dalam polemik ini adalah Indomaret dan Alfamart. Yandri menekankan, gerai yang sudah berdiri tetap diperbolehkan beroperasi seperti biasa.
Kopdes Jadi Instrumen Pemerataan Ekonomi
Menurut Yandri, Kopdes Merah Putih harus diprioritaskan karena memiliki skema yang menguntungkan desa. Ia menyebut minimal 20 persen keuntungan koperasi akan kembali menjadi pendapatan asli desa.
“Kita muliakan, kita sukseskan koperasi desa merah putih yang dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Sekurang-kurangnya 20 persen keuntungan kopdes kembali menjadi pendapatan asli desa,” jelasnya.
Ia juga meluruskan isu terkait dana desa. Pemerintah, kata Yandri, tidak memangkas anggaran tersebut, melainkan melakukan penyesuaian tata kelola agar lebih efektif untuk mendorong pemerataan ekonomi.
“Dana desa itu tidak turun, tidak dikurangi, tidak dipakai pemerintah pusat. Yang diubah adalah tata kelolanya. Dalam rangka pemerataan ekonomi, koperasi desa merah putih adalah alat yang jitu dan akurat,” pungkasnya. (A17)
