GAZA, (indotimes) – Serangan Udara Israel Hantam Rafah, Gaza, Setelah Roket Diluncurkan. Melansir dari voaindonesia, Militer Israel melancarkan serangan udara ke kota Rafah di selatan Gaza pada Kamis (11/7), menargetkan kelompok militan yang diduga menembakkan beberapa roket dari kawasan tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi bahwa mereka berhasil mencegat sekitar lima roket yang diluncurkan dari Rafah. Selain itu, IDF juga mencegat sejumlah “target udara mencurigakan” yang melintasi wilayah Israel dari selatan Lebanon. Dua pesawat nirawak yang mengikuti jalur penerbangan yang sama jatuh di Galilee, Israel.
Pertempuran sengit juga terjadi di Kota Gaza di bagian utara, sehari setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi seluruh warga sipil di daerah tersebut. Hal ini menambah ketegangan yang sudah tinggi antara Israel dan kelompok militan Hizbollah yang berbasis di Lebanon, yang sering terlibat bentrokan di perbatasan selama konflik Gaza berlangsung.
Juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa perintah evakuasi terbaru dari Israel hanya akan memperburuk penderitaan keluarga Palestina yang sudah beberapa kali mengungsi. Dujarric menekankan bahwa warga sipil harus dilindungi dan kebutuhan dasar mereka harus dipenuhi, baik saat melarikan diri maupun ketika memutuskan untuk tetap tinggal.
Badan Pangan Dunia (WFP) melalui cuitan di X menyoroti peningkatan aksi militer di Kota Gaza, yang memperparah situasi kemanusiaan. WFP menggambarkan situasi di kota itu sebagai “rentan dan tidak dapat diprediksi.”
Konflik antara Israel dan Hamas dimulai setelah serangan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya dilancarkan oleh Hamas ke bagian selatan Israel, menewaskan sekitar 1.200 orang. Hamas juga menculik sekitar 250 orang, sebagian besar telah dipulangkan dalam kesepakatan gencatan senjata pada November lalu. Namun, Israel menyatakan bahwa Hamas masih menyandera sekitar 116 orang, termasuk 42 jasad.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola oleh Hamas, lebih dari 38.200 warga Palestina telah tewas akibat serangan darat dan udara yang dilancarkan oleh Israel hingga hari Kamis.
Situasi yang terus memanas ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan dan menyerukan upaya untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
