indotimes.id, PALEMBANG – Sejumlah kader PMII se-Kota Palembang menyampaikan kekecewaan dan penyesalan atas kehadiran Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan alumni PMII dalam acara pelantikan Pengurus Cabang PMII Kota Palembang yang hingga kini masih menuai polemik di kalangan kader.
Hal tersebut dikatakan langsung oleh salah satu Kader PMII kota Palembang, Fajri serta beberapa kader lainnya, Kamis (25/06).
Diketahui sebelumnya, bahwa Wali Kota Palembang, Ratu Dewa dan Kapolresta Palembang hadiri Pelantikan Pengurus Cabang PMII Kota Palembang yang digelar di Ruang Parameswara kantor Wali Kota Palembang, Jumat (19/06) lalu.
Menurut Fajri, kehadiran kepala daerah dan tokoh-tokoh masyarakat dalam acara tersebut menimbulkan kesan bahwa seluruh proses yang melatarbelakangi pelantikan telah berjalan tanpa persoalan.
Padahal, kata Fajri, masih terdapat keberatan dan perbedaan pandangan mengenai keabsahan forum Konferensi Cabang (KONFERCAB) yang menjadi dasar lahirnya kepengurusan tersebut.
"Kami sangat menyayangkan kehadiran para tokoh publik dalam acara tersebut. Sebagai pihak yang mungkin tidak mendapatkan informasi secara utuh mengenai konflik yang sedang terjadi, kehadiran mereka dapat ditafsirkan sebagai bentuk legitimasi terhadap proses yang masih dipersoalkan oleh kader PMII Kota Palembang," kata Fajri bersama beberapa kader yang menyampaikan pernyataan sikap tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberatan mereka bukan ditujukan kepada Wali Kota maupun tokoh masyarakat yang hadir, melainkan kepada pihak-pihak yang dianggap tidak memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi organisasi yang sebenarnya.
Ia juga menilai, bahwa para tamu undangan seharusnya mendapatkan informasi yang objektif terkait adanya sengketa organisasi dan berbagai keberatan yang telah disampaikan kepada PB PMII.
Selain itu, ia juga mempertanyakan mengapa pelantikan tetap dilaksanakan ketika masih terdapat perdebatan mengenai proses KONFERCAB, dugaan pelanggaran administrasi, serta perbedaan hasil forum yang diklaim masing-masing pihak.
"Kami menghormati Bapak Wali Kota dan seluruh tokoh yang hadir. Namun kami berharap ke depan pemerintah daerah dan para tokoh masyarakat dapat bersikap lebih hati-hati dalam menghadiri agenda organisasi yang masih berada dalam situasi konflik internal, agar tidak menimbulkan kesan keberpihakan terhadap salah satu pihak," tegasnya.
Kader PMII Kota Palembang berharap PB PMII segera membuka ruang penyelesaian konflik secara transparan dan konstitusional sehingga polemik yang terjadi tidak semakin memperdalam perpecahan di kalangan kader serta dapat mengembalikan kepercayaan terhadap mekanisme organisasi. (Rill)

