Breaking News

Terungkap Penyebab MBG Berjamur Di MURATARA Sumsel, Wali Murid Diminta Klarifikasi

Foto: istimewa

indotimes.id, MURATARA – Kepolisian mengungkap hasil penyelidikan terkait viralnya video menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berjamur di Kabupaten Muratara, Sumsel.

Video tersebut diunggah oleh Muhammad Hadi, wali murid yang juga mantan anggota DPRD Muratara dan kini menjabat Ketua DPC PPP setempat.

Kasat Intelkam Polres Muratara, Iptu Baitul Ulum, menjelaskan bahwa makanan yang dipersoalkan ternyata bukan menu hari yang sama saat video diunggah.

“Dari hasil klarifikasi, makanan itu dibagikan hari Sabtu, namun baru dibawa pulang empat hari kemudian. Jadi kondisinya sudah tidak segar saat sampai di rumah,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, kotak makan tersebut sempat tertinggal di sekolah sebelum akhirnya dibawa pulang pada hari Rabu dan kemudian diviralkan.

Selain itu, polisi juga menerima keterangan dari pihak SPPG yang menyebut menu pada hari Rabu berbeda dengan yang ditampilkan dalam video.

“Menu hari Rabu itu ayam rica-rica. Sementara yang beredar di video merupakan lauk hari Sabtu. Jadi ada perbedaan hari pembagian,” jelasnya.

Pihak sekolah dan penyedia MBG sebelumnya juga telah menyepakati bahwa tanggung jawab penyedia hanya berlaku selama makanan masih berada dalam wadah resmi (ompreng). Jika sudah dipindahkan ke wadah lain, kondisi higienitas di luar tanggung jawab penyedia.

“Kalau sudah dipindahkan ke wadah lain, penyedia tidak bisa menjamin kebersihannya lagi,” tambahnya.

Wali Murid Dimintai Keterangan

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Muratara melalui Kanit Pidsus, Ipda Hendra Kusdian, membenarkan bahwa pihaknya telah mengundang Muhammad Hadi untuk dimintai klarifikasi.

“Kami mengundang yang bersangkutan untuk memberikan keterangan terkait video yang beredar,” katanya.

Ia menyebut laporan berasal dari pihak SPPG yang merasa keberatan karena makanan yang ditampilkan dalam video dinilai tidak sesuai dengan menu pada hari tersebut.

“Menurut keterangan pelapor, makanan yang viral itu bukan menu hari yang dipersoalkan. Ini yang sedang kami dalami,” ujarnya.

Polisi menduga makanan tersebut telah disimpan beberapa hari sebelum dikonsumsi, sehingga berpotensi mengalami perubahan kondisi.

Saat ini, penyidik masih melakukan telaah guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Kami masih mempelajari fakta-fakta yang ada untuk menentukan seperti apa produk hukum yang akan diambil,” pungkasnya. (Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar