Reses di Kampus, Nopianto Dorong Riset Kampus Sumsel Jadi Produk Unggulan dan Wisata Kesehatan
indotimes.id, PALEMBANG — Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), H. Nopianto, mendorong agar hasil riset dan penelitian perguruan tinggi tidak hanya menjadi arsip perpustakaan, melainkan dikembangkan menjadi produk nyata yang bermanfaat dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menggelar reses masa sidang V Tahun Anggaran 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumsel II Kota Palembang, Rabu (11/2/2026), di Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang.
“Kita ingin hasil penelitian para dosen dan akademisi tidak berhenti di atas kertas, tetapi bisa dikembangkan menjadi produk yang benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” ujar Nopianto.
Politisi Partai NasDem itu menilai banyak penelitian dosen yang memiliki potensi besar, namun belum dimaksimalkan untuk mendukung kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Perlu Sinergi Kampus, Pemerintah, dan Investor
Menurut Nopianto, dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pihak swasta agar hasil riset dapat dihilirkan menjadi produk unggulan.
Ia menekankan pentingnya konektivitas antara peneliti, Pemerintah Provinsi Sumsel, dan investor agar inovasi kampus tidak berhenti pada tahap akademik.
“Kalau ada kolaborasi yang kuat, riset itu bisa berkembang menjadi produk unggulan daerah yang punya daya saing,” katanya.
Optimalkan Kebun Raya Sriwijaya dan SSTP
Dalam kesempatan itu, Nopianto juga menyoroti potensi Kebun Raya Sriwijaya dan Sriwijaya Science Techno Park (SSTP) yang berada di perbatasan Kabupaten Ogan Ilir dan Muara Enim.
Menurutnya, lahan ratusan hektare tersebut memiliki potensi besar untuk pengembangan riset tanaman, obat-obatan herbal, dan produk berbasis sumber daya alam.
“Semua jenis tumbuhan ada di sana. Potensinya luar biasa. Namun pengelolaannya memang belum maksimal karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Ia mengusulkan agar pengelolaan dua aset strategis tersebut melibatkan perguruan tinggi melalui kerja sama riset dan pengembangan. Selain menunjang pendidikan dan penelitian, kolaborasi itu juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Gagas Wisata Kesehatan Berbasis Alam
Lebih jauh, Nopianto mendorong Sumsel mengembangkan konsep wisata kesehatan berbasis alam. Ia menilai, potensi tanaman herbal dan hasil penelitian lokal bisa menjadi alternatif layanan kesehatan sekaligus destinasi baru.
“Kenapa kita tidak mencoba hal baru? Kita jadikan Sumsel sebagai tujuan wisata kesehatan berbasis alam, dengan produk-produk herbal dan hasil riset yang kita kembangkan sendiri,” tegasnya.
Melalui Komisi IV DPRD Sumsel, ia menyatakan kesiapan memfasilitasi dialog antara pemerintah provinsi, pengelola Kebun Raya Sriwijaya dan SSTP, serta kalangan perguruan tinggi, khususnya STIFAR Bhakti Pertiwi Palembang.
Nopianto berharap, dengan kolaborasi yang terbangun, aset milik Pemerintah Provinsi Sumsel itu dapat memberikan manfaat luas bagi dunia pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Sumatera Selatan. (As)

