Breaking News

Alasan SPPG Laporkan Mantan Anggota DPRD Muratara Usai Video MBG Berjamur Viral

indotimes.id, MURATARA — Polemik menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, berujung laporan polisi. Muhammad Hadi, wali murid yang mengunggah video makanan diduga basi dan berjamur, resmi dilaporkan oleh pihak SPPG ke Polres Muratara.

Muhammad Hadi yang juga Ketua DPC PPP Muratara serta mantan anggota DPRD Muratara periode 2014–2019 dan 2019–2024, sebelumnya mengunggah video berdurasi lebih dari satu menit di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat nasi dan lauk di dalam wadah makanan anaknya dalam kondisi memprihatinkan, diduga sudah basi dan berjamur.

Peristiwa itu disebut terjadi di SD Negeri 01 Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Muratara. Namun, setelah video tersebut viral, unggahan di akun media sosial Muhammad Hadi sudah tidak lagi ditemukan atau telah dihapus.

Dilaporkan karena Dianggap Tidak Sesuai Fakta

Kasatreskrim Polres Muratara, Iptu Nasirin melalui Kanit Pidsus, Ipda Hendra Kusdian, membenarkan adanya laporan dari pihak SPPG terhadap Muhammad Hadi.

“Jadi kita undang ke Polres untuk dimintai keterangan, terkait masalah video viral terkait postingan dia MBG berjamur,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).

Menurut Hendra, laporan tersebut dilayangkan karena pihak SPPG menilai isi video yang diunggah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Penjelasan SPPG bahwa makanan itu beda, kemudian makanan yang dimakan itu bukan seperti itu,” ungkapnya.

SPPG juga menyebut makanan yang terlihat berjamur dalam video diduga bukan menu pada hari tersebut. Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, makanan itu merupakan jatah hari Sabtu dan wadah makanan dibawa dari rumah.

“Tempat makanan anak itu bawa dari rumah, jadi karena sudah lama, jadi berjamur. Jadi makanan itu hari Sabtu,” jelas Hendra.

Masih Tahap Penyelidikan

Terkait laporan tersebut, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman dan telaah untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

“Untuk masalah ini ke depan akan dilakukan telaah lebih dulu dan menjadi bahan penyelidikan untuk menghasilkan produk hukumnya seperti apa,” katanya.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik, mengingat program Makanan Bergizi Gratis merupakan bagian dari upaya pemenuhan gizi anak sekolah. Hingga kini, proses klarifikasi dan penyelidikan masih berlangsung di Polres Muratara. (Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar